Dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَحَبُّ اْلأَعْمَالِ إِلىَ اللهِ أَنْ تَمُوْتَ وَ لِسَانُكَ رَطْبٌ مِنْ ذِكْرِ اللهِ.
Amal kebaikan yang paling dicintai oleh Allah adalah kamu meninggal dunia sedangkan lidahmu basah karena berdzikir kepada Allah.
Hadits shahih riwayat Ibnu Hibban [818], Ibnu al-Sunni dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah [2], al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir [16607] dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman [513].
Hadits di atas memberikan beberapa pesan penting:
Pertama, amal kebaikan yang paling utama adalah rutin dalam berdzikir kepada Allah sampai dibawa mati. Baik dzikir tersebut membaca al-Qur’an, istighfar, shalawat, tasbih, doa dan lain-lain.
Kedua, berdzikir secara rutin hukumnya sangat disunnahkan, kecuali membaca al-Qur’an dengan tujuan al-Qur’an pada waktu jenabat, maka hukumnya haram.
Ketiga, berdzikir dengan lidah bagi orang yang sedang berhubungan suami-istri atau sedang buang air besar atau kecil di kamar mandi hukumnya makruh, sedangkan berdzikir dengan hati dalam keadaan apapun tetap disunnahkan.

0 comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan cerdas. Admin tidak bertanggung jawab atas komentar yang melanggar undang-undang, terlebih bersifat sara dan pornografi.