Almarhum Mbah Kyai Sarkaman berasal dari desa Bengsah, Blega, Madura. Kehidupan sufistiknya unik dan terbilang ajaib. Kesehariannya berdiam diri, berkontemplasi dalam kesejukan ibadah.
Keunikan yang santer diceritakan dari tokoh sufi unik ini adalah saat ada tamu yang berkunjung atau sowan dalam bahasa daerah Madura ini. Saat ada yang menyelipkan amplop berisi uang saat bersalaman, beliau membuangnya begitu saja ke bawah langgar yang ia tempati. Tak ayal, tumpukan amplop melimpah bak sampah di bawah langgarnya.
Tradisi sowan ulama dan tokoh ini menjadi ciri khas orang Madura, sekedar untuk ingin mendapat petuah, arahan dan petunjuk, hingga mengharap berkah dan doa. Saat pulang, biasanya mereka menyelipkan amplop berisi uang ke tokoh di maksud, termasuk Mbah Kiai Sarkaman.
Saat disalami uang, Mbah Sarkaman seketika beliau lemparkan ke bawah kolong langgarnya. Hal ini membuat tamunya terbelalak; heran. Pada akhirnya, amplop yang beliau lempar-lemparkan tersebut menumpuk di bawah kaki langgarnya bagaikan tumpukan sampah yang menggunung.
Langgar adalah rumah ibadah tradisional di Madura. Terbuat dari kayu joglo yang didudukan di atas kaki penyangga sekitar satu meter, tanpa ada penutup di sekelilingnya. Hampir semua keluarga memiliki rumah ibadah khusus ini. Selain dipergunakan shalat berjamaah keluarga, saat acara keagmaan, langgar menjadi poros kegiatan.
Karena tak berpagar, kolong langgar sering menjadi tempat hewan berteduh. Angin dari empat penjuru tentu bertiup, tak terkecuali saat hujan, air akan masuk. Akan tetapi, soal amplop berisi uang Mbah Sarkaman yang dibuang ke kolong ini ternyata tidak berubah. Ibarat batu, tak terpengaruh oleh hujan dan angin. Masyarakat pun tidak berani mengambilnya.
Ketika dirasa sudah banyak, Mbah Kiai Sarkaman akan menyuruh santrinya untuk mengambil uang tersebut untuk diberikan kepada fakir miskin dan keperluan pondok. Tentunya, beliau tidak tahu pasti berapa jumlah uang tersebut.
Sebuah nilai asketis tinggi yang tidak memandang kehidupan dunia sebagai tumpuan yang penting. Sikap ini terbilang langka dalam kehidupan now yang setiap gerak dan langkah terindeks dalam materi.
Semoga kita semua mendapat barokah Mabah Kiai Sarkaman. Lahul Fatihah.

0 comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan cerdas. Admin tidak bertanggung jawab atas komentar yang melanggar undang-undang, terlebih bersifat sara dan pornografi.