Saturday, December 30, 2017

Apa Maksud Muttafaqun Alaih?

0 comments

Artinya, yang disepakati atasnya. Kata sifat yang menunjuk pada satu hadits yang sama-sama dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari satu jalur sahabat. Ulama mengatakan bahwa hadits yang disepakati oleh dua Imam tersebut sebanyak 2326 hadits.

Kalangan Muhadditsin tidak memasukkan hadits-hadits yang sama-sama dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, tapi tidak melalui satu sahabat yang sama dalam istilah Muttafaq 'Alayh. Sebagaimana dikatakan oleh Ibn Hajar, "Apa yang telah saya bahas mengenai Muttafaq adalah mengarah pada hadits yang keduanya sepakat mengeluarkannya dari satu jalur sahabat. Adapun satu hadits yang dikeluarkan oleh keduanya di lain sahabat dengan kecocokan dalam lafadz atau makna matan, apakah dikatakan termasuk bagian dari Muttafaq? Para ulama Muhaddits masih mempertimbangkannya."

Di antara ahli hadits yang berbeda dengan kebanyakan ulama mengenai istilah ini adalah Abu al-Barakat dan Abu Nu'aim al-Ashbihani. Abu al-Barakat, misalnya, mengatakan bahwa kata Muttafaq ditujukan pada hadits yang jalur riwayatnya sama antara kedua imam tersebut sebagaimana yang tercantum dalam kedua kitab Shahih keduanya.

Abu Nu'aim cenderung mengartikan, kata Muttafaq adalah untuk hadits-hadits yang memenuhi syarat-syarat kesahihan yang ditetapkan oleh ulama hadits. Jadi, kata Muttafaq 'Alayh tidak hanya untuk hadits-hadits yang sepakat dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim saja, melainkan tertuju pada semua hadits yang memenuhi syarat untuk dinilai shahih sudah bisa dikatakan Muttafaq.

Di antara ulama yang memperhatikan pendapat Abu Nu'aim ini adalah Imam al-Hâfidz Syaraf ad-Din Abu al-Hasan 'Ali bin al-Mufadhdhal bin 'Ali al-Maqdisi al-Iskandarani al-Maliki (w.611). Di dalam kitabnya yang berjudul, al-Arba'in al-Murattabah 'ala Thabaqat al-Huffadz, Abu al-Hasan mengungkapkan demikian setelah menyebut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, "Abu Nu'aim mengomentari hadits ini Muttafaq 'Alaih". Pastinya, Abu Nu'aim tidak menghendaki arti secara umum terhadap istilah ini, tapi ia memaksudkan bahwa para rawi hadits tersebut selamat dari kecacatan dan kritikan."

0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan cerdas. Admin tidak bertanggung jawab atas komentar yang melanggar undang-undang, terlebih bersifat sara dan pornografi.