Ada tiga tokoh bersaudara dalam Islam yang dikenal dengan panggilan Ibn al-Atsîr. Pertama, Abu as-Sa'âdat dengan nama lengkap, Abu as-Sa'adat Majduddin al-Mubârak bin Muhammad bin Muhammad bin 'Abd Karîm asy-Syaibâni al-Jazâri. Beliau dikenal sebagai pakar hadits, bahasa dan ilmu metodologi fikih. Ia dilahirkan dan tumbuh di Jazirah ibn 'Umar pada tahun 544 H./1150 M. dan wafat pada tahun 606 H./1210 M.
Di antara karya beliau yang paling penting di bidang Hadits adalah an-Nihâyah fi Gharîb al-Hadits wa al-Atsar. Beliau juga menulis kitab berjudul Jâmi' al-Ushûl fi Ahâdits ar-Rasûl, dengan sepuluh juz. Dalam kitab kedua ini beliau mengumpulkan hadits-hadits yang terdapat dalam kutub Sittah sesuai dengan urutan bab-bab fikih.
Ibn al-Atsîr yang kedua adalah adik Abu as-Sa'âdat, yaitu Abu al-Hasan 'Izzuddin 'Ali bin Muhammad bin 'Abd al-Karim bin 'Abd al-Wahid asy-Syaibani al-Jazari, yang dikenal sebagai sebagai pakar sejarah (Mu'arrikh), ahli nasab dan peradaban. Oleh karena itu, sebutan terkenalnya Ibn al-Atsîr al-Mu'arrikh, sedangkan kakaknya dikenal Abu as-Sa'adat al-Muhaddits.
Beliau dilahirkan di pulau Ibn 'Umar pada tahun 555 H./ 1160 M. dan meninggal pada tahun 630 H./ 1233M. Ia juga pernah menetap di Mausul bersama dua saudaranya, sedangkan hobinya adalah mengembara ke berbagai negara. Hasil pengembaraan tersebut, ia tulis dalam bentuk karya besarnya yang berjudul al-Kâmil fi at-Târikh yang mencapai sepuluh jilid. Beliau juga menulis kitab Usdu al-Ghâbah fi Ma'rifah ash-Shahabah dan kitab al-Lubâb yang oleh as-Sam'ani diresume dengan judul al-Ansâb.
Ibn al-Atsîr ketiga adalah Abu al-Fath Dhiyâ' ad-Dîn Nashrullah bin Muhammad bin Muhammad bin Abd al-Karim asy-Syaibani al-Jazâri, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibn al-Atsîr al-Kâtib. Beliau dilahirkan pada tahun 558 H./1163 M. di kepulauan Ibn 'Umar, sama seperti dua kakaknya, dan wafat di Baghdad pada tahun 637 H./1239 M.
Hapalan adik dari dua ulama besar tersebut demikian kuat hingga dapat menghapal sya'ir-sya'ir Arab yang ditulis oleh para penyair terkenal, seperti Abi Tammam, Mutanabbi dan Buhturi. Di antara karya besarnya adalah al-Mitsl as-Sâ'ir fi Adab al-Kâtib wa asy-Syâ'ir, al-Wâsyiy al-Marqûm fi Halli al-Mandzûm dan Jâmi' al-Kabîr fi Shinâ'ah al-Mandzûm. Semuanya sudah terbit.

0 comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan cerdas. Admin tidak bertanggung jawab atas komentar yang melanggar undang-undang, terlebih bersifat sara dan pornografi.