Istri Syaikh Ahmad Bin Hajar al Haitami punya keinginan pergi ke pemadian air panas sekali saja. Syeh Ibnu Hajar berkata kepadanya, "Sabar dulu, saya akan kumpulkan uang untuk ongkos masuk ke sana."
Ibn Hajar menabung dengan menyisakan sedikit dari rezeki yang diterima. Pada akhirnya, terkumpul uang setengah Riyal yang diberikan ke istrinya.
Dengan penuh gembira, sang istri pergi ke pemandian air panas. Ketika sampai di sana dia meminta penjaganya utk membukakan pintu untuknya, tapi ditolak.
Penjaga pintu berkata, "Hari ini saya tidak akan membukakan pintu ini untuk siapapun, karena istri Syeh al-'Alim Al Faqih Muhammad ar-Ramli sedang berada di dalam bersama para sahabatnya. Beliau berpesan untuk tidak membukakan pintu ini untuk siapa pun pada hari ini dan beliau telah memberi kepada kami semua ongkos yang biasa masuk kepada kami setiap harinya, yaitu 25 Riyal. Jika engkau ingin masuk ke pemandian datanglah besok pagi, kalo hari ini tidak bisa."
Istri Syeh Ibnu Hajar pulang menemui suaminya sambil mengembalikan uang setengah Riyal sembari berkata, "Sekarang ini yang mempunyai ilmu adalah Syeh Muhammad ar-Ramli. Istrinya hari ini masuk ke pemandian air panas dengan membayar 25 riyal dan tidak mengizinkan seorang pun untuk masuk kesana. Lalu mana ilmumu? Sudah fakir, kesulitan, susah payah sendiri dan tidak mendapat sesuatu apapun dari ilmumu! Ambillah uangmu yang kau kumpulkan berhari-hari ini !"
Ketika Syeh Ibnu Hajar mendengar ucapan istrinya, beliau berkata, "Aku ini tidak menghendaki dunia dan ridha atas apa yang Allah tetapkan kepadaku di dalamnya. Jika engkau menginginkan dunia, mari kita ke sumur Zamzam."
Keduanya pergi ke sumur Zamzam. Sesampainya disana, Ibn Hajar menimba sekali. Ternyata isinya penuh dengan uang dinar. Beliau berkata, "Apakah segini cukup?"
Istrinya berkata, "Kurang."
Ibn Hajar menimba untuk kedua kalinya. Isinya pun penuh dengan uang dinar. Beliau kembali berkata, "Apakah segini cukup?"
Istrinya berkata, "Aku ingin tiga timba."
Akhirnya, Ibn Hajar menuruti istrinya da. menimba untuk kali ketiganya. Isinya juga sama dengan sebelumnya.
Setelah itu, Ibnu Hajar berkata kepada istrinya, "Aku suka keadaan fakir berdasarkan pilihanku sendiri. Aku pilih untuk diriku sendiri apa yg ada di sisi Allah. Adapun dunia, semuanya sama bagiku; dunia lewat, umurnya pendek dan kehidupannya hina. Sekarang ini, aku punya dua pilihan untukmu: Kembalikan semua uang emas ini ke dalam sumur Zamzam dan engkau masih bersamaku, atau kamu bawa semua uang emas ini, lalu kamu pulang ke rumah keluargamu dan kau ambil talakmu dariku, karena aku tidak menginginkan dunia. "
Istrinya menawar:
"Bagaimana kalau kita nikmati saja semua uang ini seperti yg dilakukan oleh orang-orang?"
"Tidak mau."
"Bagaimana kalau kita kembalikan satu timba saja ke dalam sumur ."
"Tidak mau."
"Bagaimana kalau kita kembalikan dua timba dan yg satu timba kita simpan."
"Tidak mau."
"Kita ambil satu dinar saja untuk bersenang-senang hari ini."
"Tidak mau, kau kembalikan semua emasnya ke dalam sumur atau kau ambil semuanya, bawa pulang ke rumah keluargamu dan ambil talakmu."
"Kita kembalikan semuanya ke dalam sumur, aku tidak ingin berpisah denganmu karena kita sudah bersama-sama selama bertahun-tahun.
Engkau telah memperlihatkan karomah ini, dan kita akan berpisah di hari ini? Tidak mau, aku memilih untuk bersabar saja."

0 comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan cerdas. Admin tidak bertanggung jawab atas komentar yang melanggar undang-undang, terlebih bersifat sara dan pornografi.